, ,

Penembakan Massal Guncang Sydney Dunia Terkejut oleh Upaya Pembunuhan

by -150 Views

News Pasangkayu– Dunia kembali diguncang oleh dua peristiwa besar yang mendominasi pemberitaan internasional sepanjang awal pekan ini. Di Australia, penembakan massal di Sydney menciptakan kepanikan nasional, sementara di belahan lain dunia, laporan mengejutkan muncul dari Rusia: mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad dilaporkan nyaris tewas akibat racun misterius saat bersembunyi di negara itu.

Berikut rangkuman berita global paling ramai dibicarakan pada Senin (6/10/2025) hingga Selasa (7/10/2025) pagi.

1. Penembakan Massal di Sydney, 100 Peluru Dilepaskan

Ketenangan malam di kawasan Croydon Park, Sydney, mendadak pecah menjadi horor pada Minggu (5/10/2025) malam. Seorang pria berusia 60 tahun melepaskan hujan peluru ke arah jalan raya yang ramai, menembaki kendaraan dan pejalan kaki tanpa pandang bulu.

Polisi New South Wales (NSW) menyebut pelaku menembakkan antara 50 hingga 100 peluru selama hampir dua jam, dari pukul 19.45 hingga 21.30 waktu setempat. Sedikitnya 20 orang terluka, satu di antaranya dalam kondisi kritis.

“Ini salah satu insiden penembakan paling serius dalam lebih dari satu dekade terakhir di Australia,” ujar Inspektur Stephen Parry. Polisi memastikan peristiwa itu tidak terkait dengan terorisme atau geng kriminal.

2. Assad Dilaporkan Nyaris Tewas Diracun Saat Bersembunyi di Rusia

Kabar mencengangkan datang dari Moskow. Laporan Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mengungkap bahwa Bashar al-Assad, mantan penguasa Suriah yang kini hidup dalam persembunyian di Rusia, nyaris tewas akibat racun misterius.

Menurut laporan New York Post, Assad sempat dilarikan ke rumah sakit pada 20 September dalam kondisi kritis dan dirawat intensif selama sembilan hari. Sumber internal menyebut racun itu “diselundupkan ke dalam makanan”, namun belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Rusia.

Peristiwa ini memicu spekulasi politik tentang siapa dalang di balik upaya pembunuhan tersebut, mengingat Assad masih dianggap simbol kuat oleh sisa loyalis rezim Suriah.

3. Trump Sebut Kota-Kota AS Sebagai “Zona Perang”, Garda Nasional Dikerahkan

Penembakan Brutal di Sydney, 1 Tewas, Saksi Mengira Suara Petasan

Baca Juga: Pria Mabuk Bawa Parang di Mamuju Berakhir Tragis Loncat ke Sungai

Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump kembali memicu kontroversi dengan menyebut sejumlah kota besar seperti Chicago dan Portland sebagai “zona perang”. Trump memerintahkan pengerahan Garda Nasional tanpa persetujuan pemerintah lokal, yang sebagian besar dikuasai Partai Demokrat.

Langkah itu menuai kecaman luas dan dituding sebagai bentuk otoritarianisme baru. Namun Gedung Putih menegaskan kebijakan tersebut bertujuan menekan lonjakan kejahatan dan arus imigrasi ilegal.

4. Sydney: Penembak Acak Diringkus Setelah Menyerang Mobil Polisi

Polisi akhirnya berhasil melumpuhkan dan menangkap pelaku penembakan Sydney, yang sempat menembaki mobil patroli di Georges River Road. Saksi mata menggambarkan suasana mencekam saat pelaku terus menembakkan senjata otomatis dari balik kendaraan.

“Orang-orang berlari bersembunyi di toko dan rumah. Kami tidak tahu apakah ini teror atau perang,” kata seorang warga kepada ABC Australia. Polisi menyebut motif pelaku masih diselidiki, namun menegaskan ia bertindak seorang diri.

5. Penembakan Terburuk Sejak 2014

Insiden berdarah di Sydney disebut sebagai penembakan massal pertama dalam 11 tahun terakhir di Australia — negara yang dikenal dengan hukum senjata paling ketat di dunia sejak tragedi Port Arthur tahun 1996.

Pemerintah Australia menyatakan duka mendalam kepada para korban dan berjanji memperkuat sistem pengawasan kepemilikan senjata. “Kita telah lama menjadi contoh dunia dalam keamanan publik. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa ancaman kekerasan tetap nyata,” ujar Perdana Menteri Anthony Albanese.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.